IMPLEMENTASI PENGGUNAAN METODE PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING DAN MEDIA AUDIOVISUAL DALAM PENGELOLAAN SAMPAH ANORGANIK DAN ORGANIK DALAM MATERI BIOLOGI

Muhammad Abdul Mukhlis, S.Pd

Metode pembelajaran adalah cara atau teknik yang harus dikuasai seorang guru agar peserta didik dapat memahami materi yang disampaikan guru. Dalam mengajar, guru harus mengidentifikasi metode pembelajaran yang inovatif dan dapat disukai oleh peserta didik, karena dengan cara pembelajaran yang inovatif, peserta didik akan lebih tertarik untuk mengikuti pembelajaran.

Pembelajaran melalui metode cooperative learning dan media audiovisual merupakan metode pembelajaran yang berfokus pada penggunaan kelompok kecil peserta didik untuk bekerja sama dalam memaksimalkan kondisi belajar untuk mencapai tujuan belajar. Metode pembelajaran ini menekankan pada sikap atau perilaku bersama dalam bekerja atau membantu di antara sesama, struktur bekerja sama yang teratur dalam kelompok yang terdiri atas dua orang atau lebih.

Setiap anggota kelompok bukan hanya belajar materi apa yang diajarkan tetapi juga membantu anggota yang lain untuk belajar. Sedangan media audiovisual juga dapat dimanfaatkan untuk menambah motivasi peserta didik dan memudahkan peserta didik dalam memahami. Sedangan media audiovisual juga dapat dimanfaatkan untuk menambah motivasi peserta didik dan memudahkan peserta didik dalam memahami. Memilih metode dan media yang tepat dapat membantu mencapai tujuan belajar Anda.

Pembelajaran bahasa Indonesia di SMK Negeri 1 Slawi menggunakan pembelajaran cooperative learning dan media audiovisual untuk pengolahan sampah anorganik dan organik. Metode cooperative learning dan media audiovisual dalam pembelajaran dipilih guru untuk mengatasi kesulitan peserta didik dalam pengolahan sampah anorganik dan organik yang bersumber dari metode dan media guru yang kurang inovatif. Pemilihan metode dan media ini dilakukan melalui berbagai tinjauan literatur dan wawancara guru.

Berdasarkan analisis jurnal peserta didik yang diberikan oleh guru kepada 36 peserta didik, yang dalam pembelajaran pengolahan sampah anorganik dan organik dengan menggunakan metode pembelajaran cooperative learning dan media audiovisual, dapat disimpulkan bahwa (1) peserta didik menyukai metode dan media pembelajaran yang digunakan oleh guru; (2) Peserta didik dapat belajar secara berkelompok sehingga bisa bertukar pendapat; (3) Peserta didik tidak memiliki kesulitan dalam mengikuti pembelajaran dan (4) Peserta didik dapat memberikan saran yang mendukung pembelajaran berikutnya. Peserta didik berharap metode dan media yang digunakan dalam pembelajaran ini dapat membantu mereka pengolahan sampah anorganik dan organik dengan benar. Selain itu, metode dan media ini dapat diterapkan dalam pembelajaran selanjutnya, karena materi yang diberikan guru lebih mudah dipahami oleh peserta didik.

Berdasarkan jawaban peserta didik pada lembar hasil survei yang diberikan kepada 36 peserta didik dapat disimpulkan (1) sebanyak 94% (34 peserta didik) menyatakan menyukai metode Cooperative Learning dan media audiovisual yang digunakan guru; (2) sebanyak 92% (33 peserta didik) mengatakan pembelajaran pengolahan sampah anorganik dan organik menggunakan metode Cooperative Learning dan media audiovisual dapat memahami materi dengan mudah;  (3) sebanyak 94% (34 peserta didik) mengatakan pembelajaran pengolahan sampah anorganik dan organik menggunakan metode Cooperative Learning dan media audiovisual lebih menyenangkan; (4) sebanyak 92% (33 peserta didik) menjawab lebih mudah dalam pengolahan sampah anorganik dan organik menggunakan metode Cooperative Learning dan media audiovisual; (5) sebanyak 94% (34 peserta didik) menjawab memperoleh pengetahuan tambahan pengolahan sampah anorganik dan organik menggunakan metode Cooperative Learning dan media audiovisual dalam pembelajaran ini.

Berdasarkan hasil koreksi guru dari jawaban siswa yang tertulis pada lembar LKPD, dapat disimpulkan sebagai berikut. Dari 36 siswa secara keseluruhan, semua siswa dapat memahami materi dengan baik dan memperoleh nilai di atas KKM. Terdapat 12 siswa yang memiliki tingkat penguasaan materi mencapai 85% dengan memperoleh nilai 85. Terdapat 12 siswa yang memiliki tingkat penguasaan materi mencapai 90% dengan memperoleh nilai 90. Terdapat 12 siswa yang memiliki tingkat penguasaan materi mencapai 95% dengan memperoleh nilai 95.

Dengan demikian, metode Cooperative Learning dan media audiovisual dapat menyelesaikan permasalahan pembelajaran yang dihadapi guru yaitu Peserta didik kesulitan dalam pengolahan sampah anorganik dan organik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *