Model Mind Mapping dalam Pembelajaran

Dicky Novianto, S.Pd. ~ Mind mapping merupakan salah satu pembelajaran kooperatif yang paling menarik, misalnya Menurut Buzan salah satu model pembelajaran yang telah terbukti mampu mengoptimalkan hasil belajar adalah model peta pikiran atau disebut Mind mapping. Model ini pertama kali diperkenalkan oleh Buzan pada awal 1970-an yaitu, seorang ahli dan penulis produktif dibidang psikolog, kreatifitas dan pengembangan diri. Menurut Tony Buzan (2004:4) Mind mapping adalah cara mencatat yang kreatif, efektif, dan secara harfiah akan “memetakan” pikiran-pikiran kita. Mind mapping adalah cara termudah untuk menempatkan informasi kedalam otak dan mengambil informasi keluar otak. Mind mapping menggunakan garis lengkung, simbol, kata, dan gambar yang sesuai dengan satu rangkaian aturan yang sederhana, mendasar, alami, dan sesuai dengan cara kerja otak Buzan (2011: 5). Menurut Rachmad Widodo (2009: 1) Mind mapping atau Pemetaan Pikiran adalah suatu kegiatan pembelajaran untuk memaksimalkan potensi pikiran manusia dengan menggunakan otak kiri dan kanan secara simultan, Mind mapping menggunakan teknik penyaluran gagasan dengan menggunakan kata kunci bebas, simbol, gambar, dan menggambarkan secara kesatuan dengan menggunakan teknik pohon.

Mind mapping lebih merangsang secara visual daripada metode pencatatan tradisional yang cenderung linear dan satu warna Buzan (2011: 9). Mind mapping adalah metode mencatan kreatif yang memudahkan kita mengingat banyak informasi. Mind mapping yang baik adalah yang menggunakan warna-warna dan menggunakan banyak gambar dan simbol, biasannya tampak seperti karya seni DePorter (2010: 225). Pernyataan tersebut hampir serupa dengan pernyataan Silberman (2009: 188) yang juga mendefinisikan mind map atau pemetaan pikiran sebagai suatu cara kreatif bagi peserta didik secara individual untuk menghasilkan ide-ide, mencatat pelajaran, atau merencanakan penelitian baru. Sementara itu, menurut, Paramitasari (2011: 22) juga mendefinisikan mind map sebagai suatu teknik mencatat dengan menuangkan pikiran berupa konsep yang didasarkan pada cara kerja otak dalam menyimpan informasi. Langkah-langkah dalam membuat Mind mapping. Tujuh langkah tersebut yaitu:

  1. Mulailah dari bagian tengah kertas kosong yang sisi panjangnya diletakan mendatar. Memulai dari tengah member kebebasan kepada otak untuk menyebar ke segala arah dan untuk mengungkapkan dirinnya dengan lebih bebas dan alami.
  2. Gunakan gambar atau foto untuk ide sentral anda. Sebuah gambar bermakna seribu kata dan membantu kita menggunakan imajinasi. Sebuah gambar sentral akan lebih menarik, membuat kita tetap terfokus, membantu kita berkonsentrasi dan mengaktifkan otak kita.
  3. Gunakan warna. Bagi otak, warna sama menariknya dengan gambar. Warna membuat Mind Map lebih hidup, menambahkan energi pada pemikiran kreatif dan menyenangkan.
  4. Hubungkan cabang-cabang utama ke gambar pusat dan hubungkan cabang-cabang tingkat dua dan tiga ke tingkat satu dan dua, dan seterusnya. Otak bekerja menurut asosiasi. Otak senang mengaitkan dua (atau tiga, atau empat) hal sekaligus. Bila kita menghubungkan cabang-cabang, kita akan lebih mudah mengerti dan mengingat.
  5. Buatlah garis hubung yang melengkung, bukan garis lurus, karena garis lurus akan membosankan otak. Cabang-cabang yang melengkung dan organis, seperti cabang pohon, jauh lebih menarik bagi mata.
  6. Gunakan satu kata kunci untuk setiap garis. Kata kunci tunggal memberi lebih banyak daya dan fleksibilitas kepada Mind Map.
  7. Gunakan gambar. Seperti gambar sentral, setiap gambar bermakana seribu kata, jadi bila kita mempunyai 10 gambar dalam Mind Map kita, maka Mind Map kita setara dengan 10.000 kata catatan (Buzan, 2013: 15).

Teknik mencatat dengan menggunakan mind map atau peta pikiran yaitu cara yang paling mudah untuk memasukkan informasi ke dalam otak dan untuk kembali mengambil informasi dari dalam otak. Peta pikiran merupakan teknik yang paling baik dalam membantu proses berfikir otak secara teratur karena menggunakan teknik grafis yang berasal dari pemikiran manusia yang bermanfaat untuk menyediakan kunci-kunci universal sehingga membuka potensi otak Buzan (2004: 68). Akan tetapi pastilah metode ini mempunyai kelebihan dan kekurangan, yaitu :

Kelebihan Metode Mind Map

  1. Berupa tulisan, simbol dan gambar.
  2. Catatan menjadi berwarna-warni.
  3. Untuk mereview ulang dibutuhkan waktu yang pendek.
  4. Waktu yang dibutuhkan untuk belajar lebih cepat dan efisien
  5. Membuat individu menjadi lebih kreatif dan berimajinasi.

Selain memilik kelebihan metode ini memiliki kelemahan. Kelemahan Metode Mind Map

  1. Saat membuat membutuhkan waktu yang lama.
  2. Tidak semua siswa memiliki imajinasi yang baik.

Swadarma (2013: 8) menyebutkan beberapa kegunaan mapping antara lain yatu; (1) menyeleksi informasi berdasarkan sesuatu yang dianggap penting dan sesuai dengan tujuan, (2) membuat banyak pilihan dari berbagai rute keputusan yang mungkin, (3) mempercepat dan menambah pemahaman pada saat pembelajaran karena dapat melihat keterkaitan antar topik yang satu dengan yang lainnya, dan (4) mengasah kemampuan kerja otak karena mapping penuh dengan unsur kreativitas. Selanjutnya menurut Herdian (2009: 1-2) manfaat memiliki Mind mapping dari suatu materi pelajaran antara lain: (1) Merencana, (2) Berkomunikasi, (3) Menjadi Kreatif, (4) Menghemat Waktu, (5) Menyelesaikan Masalah, (6) Memusatkan Perhatian, (7) Menyusun dan Menjelaskan Fikiran-fikiran, (8) Mengingat dengan lebih baik, (9) Belajar Lebih Cepat dan Efisien, dan (10) Melihat gambar keseluruhan. Perbedaan antara Tulisan Biasa dan Mind Map yaitu:

  1. Tulisan Biasa: hanya berupa tulisan-tulisan saja, hanya dalam satu warna, untuk mereview ulang memerlukan waktu yang lama, waktu yang diperlukan untuk belajar lebih lama, dan statis.
  2. Mind Map (Peta Pikiran): berupa tulisan, symbol dan gambar, berwarna-warni, untuk mereview ulang diperlukan waktu yang pendek, waktu yang diperlukan untuk belajar lebih cepat dan efektif, serta membuat individu menjadi lebih kreatif Sugiarto (2004: 76).

Membuat peta pikiran sangatlah mudah dan efektif, dapat meringkas materi pelajaran berlembar-lembar menjadi hanya separuh lembar kertas. Yang harus kita lakukan adalah sambil membaca buku maka kita membuat pokok topik/tema yang akan kita buat mind map. Maka tema/topic tersebut akan menjadi sentra dan kemudian dibuat cabang-cabang pohon, seperti halnya jika kita menggambar cabang/dahan yang akan diisi dengan sub-sub tema dari tema besar. Dalam membuat mind map disarankan untuk dapat  menggunakan pena/pensil berwarna dan usahakan membuatnya sekreatif dan seindah mungkin. Menurut Anton (2008) beberapa hal penting dalam mind mapping:

  1. Pastikan tema utama terletak ditengah-tengah Contohnya, apabila kita sedang mempelajari pelajaran sejarah kemerdekaan Indonesia, maka tema utamanya adalah Sejarah Indonesia.
  2. Dari tema utama, akan muncul tema-tema turunan yang masih berkaitan dengan tema utama dari tema utama “Sejarah Indonesia”, maka tema-tema turunan dapat terdiri dari : Periode, Wilayah, Bentuk Perjuangan ,dll.
  3. Cari hubungan antara setiap tema dan tandai dengan garis, warna atau simbol. Dari setiap tema turunan tertama akan muncul lagi tema turunan kedua, ketiga dan seterusnya. Maka langkah berikutnya adalah mencari hubungan yang ada antara setiap tema turunan. Gunakan garis, warna, panah atau cabang dan bentuk-bentuk simbol lain untuk menggambarkan hubungan diantara tema-tema turunan tersebut.
  4. Pola-pola hubungan ini akan membantu kita memahami topik yang sedang kita baca. Selain itu Peta Pikiran yang telah dimodifikasi dengan simbol dan lambang yang sesuai dengan selera kita, akan jauh lebih bermakna dan menarik dibandingkan Peta Pikiran yang “miskin warna”.
  5. Gunakan huruf besar, huruf besar akan mendorong kita untuk hanya menuliskan poin-poin penting saja di Peta Pikiran. Selain itu, membaca suatu kalimat dalam gambar akan jauh lebih mudah apabila dalam huruf besar dibandingkan huruf kecil. Penggunaan huruf kecil bisa diterapkan pada poin-poin yang sifatnya menjelaskan poin kunci.
  6. Buat peta pikiran di kertas polos dan hilangkan proses edit Ide dari Peta Pikiran adalah agar kita berpikir kreatif. Karenanya gunakan kertas polos dan jangan mudah tergoda untuk memodifikasi Peta Pikiran pada tahap-tahap awal. Karena apabila kita terlalu dini melakukan modifikasi pada Peta Pikiran, maka sering kali fokus kita akan berubah sehingga menghambat penyerapan pemahaman tema yang sedang kita pelajari.
  7. Sisakan ruangan untuk penambahan tema.

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Anto. 2008. Peta Pikiran : Mind Mapping. (online). Tersedia : http://pkab.wordpress.com/2008/02/29/peta-pikiran-mind-mapping/ (29 Februari 2008)

Buzan, Tony. 2013. Buku Pintar Mind Map. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

DePorter, Bobbi, dkk. 2010. Quantum Teaching : Mempraktikan Quantum Learning di Ruang-ruang  Kelas. Bandung: Kaifa.

Herdian. 2009. Model pembelajaran Mind mapping. Makalah.

Iwan Sugiarto. 2004. Mengoptimalkan Daya Kerja Otak Dengan Berfikir Holistik dan Kreatif. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.

Paramitasari, Dyah Retno. 2011. Cara Instan Melatih Daya Ingat. Jakarta : Agogos Publishing.

Swadarma, Doni. 2013. Penerapan Mind Mapping Untuk Kurikulum Pembelajaran. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.

Silberman, Mel. 2009. Active Learning: 101 Strategi Pembelajaran Aktif. Yogyakarta: Pusaka Insan Madani.

Widodo, Rachmad. 2009. Model pembelajaran Mind Mapping. Makalah

http://muhsinhar.staff.umy.ac.id/memahami-peta-konsep-atau-mind-map/ diakses tanggal 16 Agustus  2013.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *